November 25, 2018

Jalan-jalan Gratis ke Korea (#KeKoreaAja)


Hampir di sepanjang tahun ini, Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta mengajak teman-teman berpartisipasi dalam aktivitas, kuis, dan kontes yang gak tanggung-tanggung hadiahnya bisa membuka jalan teman-teman buat pergi ke Korea gratis! Sebut saja hadiah tiket PP ke Korea lewat menjawab kuis harian #AkuDanKorea beberapa waktu lalu dan yang saat ini masih berlanjut adalah photo challenge dimana melalui Instagram teman-teman bisa memposting foto yang berhubungan dengan Korea dan tentunya sesuai dengan tema yang ditetapkan oleh KTO Jakarta.

Belum selesai event #AkuDanKorea berlangsung, saat ini berlangsung juga event baru dengan hashtag #KeKoreaAja yang berseliweran di Instagram KTO Jakarta. Event kali ini menawarkan hadiah yang lebih menarik lagi yaitu jalan-jalan gratis ke Korea bersama Edhozell di Bulan Desember tahun ini.



Caranya gampang banget! Teman-teman hanya diminta untuk membuat itinerary 5H4M di Korea dengan ketentuan : 
Template-template yang unik sudah disediakan supaya itinerary teman-teman lebih terlihat menarik. Tinggal pilih saja mana yang disuka. Setelah berhasil membuat itinerary, jangan lupa share hasilnya di Social Media ya beserta video "Have You Ever?" mana yang berhasil meracuni teman-teman untuk bikin itinerary. Cantumkan juga hashtag #KeKoreaAja dan #AkuDanKorea.

Event ini berlangsung sampai tanggal 1 Desember 2018. Jadi, masih ada waktu banyak untuk mendesain itinerary terbaik, barangkali juga mau submit lebih dari 1. 😁

Aku sendiri selalu suka bikin itinerary jalan-jalan apalagi ke Korea, walaupun kadang-kadang bukan aku sendiri yang akan menjalani itinerary itu. Terakhir kali bikin itinerary buat orang lain sekitar bulan lalu untuk sekelompok anak jurusan DKV di Jakarta yang ingin menghabiskan waktu 1 minggu di Korea untuk belajar mengenai desain dan tentunya berlibur. Maka dari itu, saat KTO Jakarta mengumumkan ada event membuat itinerary, aku langsung merasa tertantang. Hahahaha
Walaupun tentu saja semua orang ingin menang termasuk aku, tapi diminta bikin itinerary aja udah seneng. 😁😁

Sejauh ini aku udah bikin 1 itinerary untuk event #KeKoreaAja ini. Itinerary aku ini terinspirasi dari banyaknya tempat yang memiliki catatan sejarah bagi Korea. Gak cuma catatan sejarah dari zaman dulu seperti Dinasti Joseon tetapi juga catatan sejarah yang baru-baru ini terjadi dimana Korea Utara dan Korea Selatan bertemu dan melahirkan perjanjian di DMZ. 
Maka dari itu, itinerary aku diberi judul "Sejarah Korea Dahulu&Kini".


  • Hari 1-2 : kegiatan akan lebih banyak di Gyeongju, Gyeongsangbuk-do (3rd Province) mulai dari mengunjungi tempat bersejarah hingga mengikuti kursus masak makanan tradisional Korea + menginap di Hanok Stay
  • Hari 3: mengeksplor DMZ yang terinspirasi dari video KTO bersama Suho dengan tema History 
  • Hari 4 : musim dingin tentunya diisi dengan bermain ski di Elysian Gangchon Ski Resort yang tidak terlalu jauh dari Seoul ditutup dengan BBQ dinner di KOREA HOUSE (tempat photoshoot BTS, one stop place to learn Korean Culture)
  • Hari 5 : Mengunjungi salah satu tempat yang cukup mewakili rasa penasaran akan Dinasti Joseon yaitu Gyeongbokgung dan sekitarnya.
Untuk membuat itinerary ini, aku tentunya terinspirasi dari Video "Have You Ever?" dengan tema History dibawah ini. 



Nah, gampang banget kan! Buruan submit itinerary terbaik teman-teman sampai 1 Desember ya!

Kimcheers! :D

September 10, 2018

Korea Travel Books App




Sekarang mau cari info tentang Korea lebih mudah karena ada Aplikasi Korea Travel Books yang bisa di download ke smartphone gratis!

Kimcheers!

Intip Coupon Book : Halal Restaurant Week 2018 Di Sini!


Sesuai dengan judul dari tulisan ini, aku mau memberikan sneak peak apa saja yang menarik dari buku berisi kupon-kupon yang dirilis Korea Tourism Organization tahun ini untuk event tahunan "Halal Restaurant Week Korea".

Kalau melihat dari daftar isinya, sebagian besar isi dari buku ini adalah KUPON! Hahahha... ya iyalah sesuai dengan namanya πŸ˜›. Lalu, kalau dicek isinya...

1. Daftar restoran yang berpartisipasi + kupon




Bagian awal buku ini berisi daftar restoran-restoran yang berpartisipasi. Setiap restoran yang berpartisipasi dijelaskan dengan rinci mulai dari alamat, jam buka, hingga nomor teleponnya. Yang terpenting, ada logo klasifikasi restoran ini. Misalnya disini sudah "Halal Certified" nih. Klasifikasi restoran di Korea ini bisa diliat di artikel aku sebelumnya disini, ya!

2. Shop & Play + kupon


Selain berisi tentang restoran yang berpartisipasi, bonusnya buku ini juga memberikan info beberapa tempat berbelanja dan wisata yang bekerja sama misalnya seperti Petite France, Nanta Show, Trick Eye Museum, dll . Dengan menunjukan kupon yang ada di buku ini, kalian bisa mendapatkan potongan harga tiket atau souvenier loh! 

3. Informasi ruang ibadah


Mungkin dari semua informasi yang diberikan di buku ini, bagian ini yang terpenting buat teman-teman Muslim. Informasi mengenai ruang ibadah pun lengkap mulai dari lokasinya dimana, alamatnya, no. telp, jam buka, hingga statusnya apakah permanen atau hanya sementara. 

4. Dialog sederhana 

Salah satu tantangan saat berlibur ke Korea yaitu komunikasi karena kebanyakan orang Korea tidak fasih berbahasa Inggris terutama kalau kita mengunjungi tempat-tempat yang tidak terletak di pusat kota. Nah, maka dari itu buku ini memberikan informasi mengenai beberapa ekspresi-ekspresi sederhana yang biasanya diperlukan oleh wisatawan Muslim saat mengunjungi Korea. 

Buku yang sangat berguna ini bisa didapat di kantor KTO Jakarta (Senin-Jumat pukul 08.30-11.30 dan 11.30-16.30). Sebaiknya membuat janji dulu yaa jika ingin datang dengan menelepon ke 021-5785 3030. 

Kimcheers!

September 9, 2018

Halal Restaurant Week Korea Hadir Lagi Tahun Ini

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Korea Tourism Organization (KTO) kembali mengadakan Halal Restaurant Week 2018 di Korea dari 16 Agustus - 14 Oktober 2018. Korea, negara dengan wisata kuliner yang unggul, berusaha mengakomodir kebutuhan wisatawan-wisatawan yang datang termasuk wisatawan Muslim yang memiliki beberapa batasan akan makanan yang dikonsumsi. Untuk memudahkan wisatawan Muslim dalam memilih restoran saat di Korea, sejak 2016 KTO mengklasifikasikan restoran yang berpartisipasi menjadi 4 macam: 

  1. Halal Certified
    Restoran dengan klasfikasi ini sudah mengantongi sertifikat halal yang dikeluarkan oleh Korea Muslim Federation
  2. Self Certified
    Restoran yang masuk ke klasifikasi self certified berarti pemilik  restorannya adalah seorang Muslim
  3. Muslim Friendly
    Restoran ini menyediakan makanan halal tetapi masih menjual minuman beralkohol
  4. Pork Free
    Makanan yang dijual tidak memiliki sertifikat halal, tetapi restoran ini juga tidak menjual makanan mengandung babi. Minuman beralkohol masih mungkin dijual di restoran-restoran ini. 

Di tahun ketiga event ini diadakan, ada lebih dari 120 restoran yang berpartisipasi selama 60 hari event ini berlangsung. Jika berkunjung ke Korea selama periode acara berlangsung, pengunjung dapat menikmati berbagai macam diskon di restoran-restoran dan juga ditempat wisata yang berpartisipasi. Kupon diskon dapat diperoleh di Website Halal Restaurant Week .



Untuk teman-teman yang berasal dari Jakarta, juga bisa memperoleh kupon-kupon tersebut dalam bentuk fisik seperti gambar di bawah iniatas dengan mengambilnya di kantor KTO Jakarta (Senin-Jumat pukul 08.30-11.30 dan 11.30-16.30). Sebaiknya membuat janji dulu yaa jika ingin datang dengan menelepon ke 021-5785 3030. 

Penasaran ada apa aja didalem buku kupon ini? Cek sneak peak-nya disini ya!

Kimcheers! :D

August 17, 2018

Mau Traveling Gratis?


Di kebanyakan buku yang membahas tentang traveling alias jalan-jalan, biasanya isinya tentang tips jalan-jalan di suatu negara. Tetapi, jarang banget atau bahkan belum ada yang bahas gimana sih caranya bisa traveling apalagi kalau gratis!

Beberapa bulan lalu aku melihat salah satu traveler junjunganku, Mbak Trinity, membuat postingan di akun Instagramnya tentang buku terbarunya yang berjudul "69 Cara Traveling Gratis". Tanpa pikir panjang, aku langsung buka www.bentangpustaka.com dan cari info pesan buku ini yang juga ada tanda tangan kedua penulisnya didalamnya.

Setelah membaca buku #69CaraTravelingGratis ini, menurutku ini cocok banget dibaca untuk semua orang yang suka atau pengen banget traveling tapi dengan sokongan dana  atau sponsor dari berbagai macam pihak dengan berbagai macam cara. Terlebih lagi, paling PAS BANGET buat dedek-dedek mahasiswa yang sedang mencari jati diri, mau dibawa kemana masa depan, termasuk karir setelah lulus kuliah tapi juga pengen sering jalan-jalan seperti banyak millenials yang hobinya traveling dalam dan luar negeri.

Banyak orang yang baca blogku atau lihat Instagram dan Facebookku penasaran kok bisa sih sering traveling baik dalam maupun luar negeri? Padahal, sebenernya gak semua traveling aku menghabiskan banyak uang bahkan beberapa ada yang bener-bener gratis. Nah, berdasarkan hasil baca-baca buku ini, ada beberapa yang agak related sama aku. Diantaranya :

  1. Chapter #48 : Perjalanan Dinas

    Dibuku ini, disebutin nih kalau perjalanan dinas bisa jadi salah satu cara untuk bisa traveling gratis dan ini bener banget! Perjalanan dinas pertamaku ke Jepang tahun 2015 karena mengikuti konferensi bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa alias United Nations. Waktu itu aku masih kuliah, tepatnya sih lagi skripsi. Walaupun statusnya mahasiswa, mengikuti konferensi termasuk ke dalam perjalanan dinas. Maka dari itu, waktu mengajukan visa ke Kedutaan Jepang, aku mengisi untuk keperluan dinas. Keberangkatan aku ke Jepang waktu itu disponsori oleh Universitas dan juga Pemerintah Provinsi yang puji Tuhan uang sponsornya bisa mengcover tiket pesawat dan biaya hidup disana selama kurang lebih 2 minggu. Untuk visa, gratis! Yang lebih membanggakan lagi, di lembar visa tertulis "Invited by Government".

    Pertama kali pakai jaket almamater di luar negeri
    Selain karena gratis, yang aku seneng dari perjalanan ini adalah aku dapet kenalan banyak orang dari berbagai penjuru dunia dan juga ilmu. Karena aku datang kesana sebagai salah satu peserta event  yang luar biasa besarnya, aku merasa sangat disambut oleh penduduk di Sendai, Jepang. Untuk acara ini, seingatku ada 22 tempat yang dijadikan venue acara dan yang terbesar di Tohoku University. Yang membuatku terharu saat itu, ada beberapa pemilik kedai kopi yang memberikan secangkir kopi kepada peserta konferensi yang melewati kedai kopi miliknya. Sendai sendiri merupakan kota di sebelah utara Jepang dimana aku sendiri gak pernah kepikiran untuk kesana kalau bukan karena acara ini. Kalau ngomongin Jepang, pasti yang masuk itinerary kebanyakan orang termasuk aku sendiri adalah Tokyo, Osaka, Kyoto, atau mungkin Hokkaido. Maka dari itu, traveling gratis melalui cara ini menurutku ada nilai plus-plusnya karena selain membawa nama negara, universitas atau instansi lainnya, bisa juga berkunjung ke tempat-tempat yang tidak pada umumnya menjadi tujuan wisata.

  2. Chapter #57 : Reporter Media Digital

    Seperti yang sudah aku sebutkan di bagian perkenalan tentang aku di blog ini, saat ini aku tergabung ke dalam program tahunan Korea.net yang adalah official website Pemerintah Korea Selatan sebagai honorary reporter. Walaupun bukan reporter reguler seperti yang diceritakan di buku ini, tapi judulnya tetep reporter, kan 😁. Untuk menjadi bagian dari program ini, aku melewati serangkaian seleksi sebelumnya dan akhirnya dipilihlah beberapa orang dari berbagai macam negara untuk menjadi bagian berkontribusi melalui tulisan untuk website ini. Tidak ada salary bulanan darisini, karena ini bukan kerja sih. Tapiiii, diakhir periode selalu dipilih beberapa orang yang aktif dan berkontribusi lebih dalam setahun untuk mengikuti program "jalan-jalan" ke Korea dimana semua biaya ditanggung.

    Fingers heart ceritanya. Can you find me?
    Selama 2 tahun bergabung, sayangnya aku belum pernah nih terpilih mendapatkan "hadiah" jalan-jalan ini. Hahahaha. Tetapi, di awal tahun 2018, aku berkesempatan untuk ikut induction ceremony alias acara yang menandakan periode yang baru akan dibuka. Di tahun ini, acara ini diikuti dengan mengunjungi Pyeongchang yang menjadi tempat olimpiade musim dingin 2018. Semua expense aku selama di Korea ditanggung, lho!

  3. Chapter #67 : Undian (Dengan Usaha)


    Cara ini bisa dibilang paling aku suka karena less effort walaupun masih dengan usaha 😁. Aku sendiri secara (mungkin) kebetulan pernah memenangkan kontes foto dari sebuah majalah yang hadiahnya liburan ke Bali. Jadi, selain undian dari perusahaan-perusahaan FMCG yang disebutkan di buku ini, ada juga undian berhadiah traveling dari majalah.
    Berhubung pamor majalah sekarang menurun, kalau aku perhatikan sekarang banyak undian berhadiah traveling disebar infonya melalui Instagram. Biasanya aku menemukan infonya melalui akun-akun travel blogger yang aku follow. Jadi, buat yang pengen mencoba cara ini, bisa juga lho follow akun-akun travel blogger favorit kalian!

Nah, diluar 3 cara diatas yang dibahas juga di buku "69 Cara Traveling Gratis", ada 1 cara lagi yang kayaknya belum ada dibuku ini, yaitu...

Menikah dengan orang yang bekerja di perusahaan maskapai penerbangan!
Ceritanya ini honeymoon + wisata rohani di Roma, Italia

Walaupun ini kayaknya bercanda, tapi ini beneran! Kebetulan sekali aku memiliki suami yang bekerja di salah satu perusahaan maskapai penerbangan. Sebenernya sih gak diniatin punya suami yang bekerja di maskapai penerbangan karena maklum, pacarannya 9 tahun udah dari jaman SMA jauh sebelum kerja. Ternyata setelah dulu pacar yang akhirnya sekarang suami bekerja di perusahaan ini, istri dapet cipratan tiket pesawat gratis setiap tahunnya. Di perusahaan lainnya mungkin berbeda kebijakan, kalau di tempat suamiku bekerja ada "jatah" 1 tiket gratis PP, 4 tiket PP diskon 90%, dan unlimited tiket dengan diskon 50% untuk semua rute yang ada dan ini jatah per tahunnya. Benefit ini bisa diperoleh bagi karyawan, pasangan (suami/istri), dan anak. Orang tua dan mertua juga kecipratan benefit ini tapi dengan potongan harga yang berbeda. Berdasarkan yang aku sudah coba icip-icip, untuk Jakarta-Amsterdam PP aku cuma membayar 500 ribu rupiah PP untuk membayar airport taxnya saja. Menarik, bukan? 😁

Keukenhof, Belanda

Yang menarik lainnya, biasanya proses pembuatan visa dipermudah karena karyawan maskapai penerbangan dan tentunya istri yang ngintilin ini ikut dipermudah juga. Misalnya seperti tahun 2017 lalu saat mengajukan visa schengen, walaupun aku belum pernah ke Eropa sebelumnya langsung mendapatkan visa multiple entry alias bebas bolak-balik Eropa selama 1 tahun 2 bulan. Alhasil, aku sempat 2x mengunjungi Eropa dalam periode 1 tahun. Yang tergila, kunjungan aku ke Eropa yang kedua kali aku merencanakannya hanya dalam waktu 7 hari dan berkunjung hanya untuk 2 malam di Belanda. Ini gila sih! Jadi, aku berangkat Kamis malam, sampai Jumat pagi, dan hari Minggu sudah ada di Jakarta lagi 😁. Hal gila ini tidak akan bisa terwujud tanpa adanya benefit dari menjadi seorang istri karyawan maskapai penerbangan. Hehehehe....

Buat yang penasaran gimana lagi sih caranya bisa jalan-jalan gratis, bisa langsung beli bukunya di www.bentangpustaka.com ya!

Kimcheers!

July 31, 2018

5 Destinasi Terbaik Liburan Bersama Keluarga di Pulau Jeju

Pulau Jeju akhir-akhir ini banyak menjadi tujuan wisata khususnya wisatawan Indonesia karena tidak memerlukan visa lagi. Cukup dengan membeli tiket pesawat dari Indonesia menuju Pulau Jeju (tanpa transit di Incheon). Misalnya, seperti rute yang ditawarkan Air Asia dimana kita bisa ambil rute Cengkareng lalu transit di Malaysia dan setelah itu langsung ke Pulau Jeju. Lebih mudah, kan?

Walaupun lebih mudah dikunjungi, Pulau Jeju gak kalah menarik dari destinasi wisata di Korea lainnya. Lewat "Pocket Book : An Island of Sky and Sea, Welcome to Jeju", Jeju Tourism Organization menyampaikan bahwa Pulau Jeju menyediakan banyak destinasi wisata yang cocok untuk keluarga, lho! Kalau kita berkunjung ke Pulau Jeju bersama orang tua kita terlebih lagi saat musim panas, berikut rekomendasi beberapa destinasi wisata yang aku rasa bisa masuk itinerary kalian : 


  1. Bijarim Forest

    Source : Visit Jeju
    Source : Korea Tourism Organization

    Hutan ini berisi pohon Japanese Torreyas (pala Jepang) yang juga merupakan hutan dengan 1 spesies tanaman terbesar di dunia. Pohon jenis ini ternyata dapat mengeluarkan phytoncide yang dikenal memiliki kekuatan menyembuhkan secara alami seperti melancarkan aliran darah, mengurangi kelelahan fisik, hingga menyeimbangkan bioritme tubuh. Tempat ini merupakan tempat yang ideal untuk memulihkan tubuh yang lelah.
    Lokasi : 62, Bijasup-gil, Gujwa-eup, Jeju-si, Jeju-do
    Catatan : Jika membawa kursi roda dapat mengambil rute 40 menit.
  2. Abu Oreum
    Source : Visit Jeju

    Abu berarti orang yang dihormati seperti ayah. Orang-orang akan merasa nyaman berada di sekitar kawah ini seperti pelukan seorang ayah. Tempat ini juga menjadi lokasi syuting Music Video (MV) Lee Hyori untuk lagu yang berjudul Seoul lho.
    Lokasi : Songdang-ri, Gujwa-eup, Jeju-si, Jeju-do
  3. Seongeup Folk Village
    Source : Korea Tourism Organization
    Tempat ini merupakan salah satu tempat yang dilestarikan di Pulau Jeju dimana banyak bangunan didalamnya terbuat dari tumpukan batu. Bangunan-bangunan ini telah ditetapkan sebagai peninggalan yang pentung karena istana dan rumah disini dulunya dibuat untuk mencegah invasi Jepang sejak Dinasti Joseon.
    Lokasi : 9-2, Seongeupjeonguihyeon-ro 22beon-gil, Pyoseon-myeon, Segwipo-si, Jeju-do
  4. Jeju Mokgwana
    Source : Korea Tourism Organization
    Jeju Mokgwana adalah salah satu tempat paling penting pada jaman kolonial Jepang karena dulunya merupakan pusat pemerintahan. Sekarang tempat ini menjadi salah satu tujuan wisata di Jeju selain karena memiliki nilai sejarah yang tinggi, pemandangan alamnya pun indah. Cocok buat kalian yang ingin membawa orang tua jalan-jalan di Jeju.
    Address : 13, Gwandeok-ro 7-gil,Jeju-si, Jeju-do
  5. Jeju Green Tea/Osulloc Tea Museum
    Source : Korea Tourism Organization


    Teh hijau yang berasal dari Jeju terkenal unggul pada rasa dan aroma dengan kualitas produk yang baik. Uniknya, perkebunan teh di Jeju memiliki aroma laut selain aroma kesegaran teh hijau itu sendiri.Sementara untuk Osulloc, ini merupakan teh favorit aku Setiap ke Korea selalu sempetin coba Osulloc di cafenya! Ternyata, merk teh yang terkenal ini punya museum di Jeju yang berisi berbagai macam informasi mengenai teh hijau. Di museum ini banyak disediakan informasi mengenai teh, namun juga dapat menikmati berjalan-jalan di perkebunan teh. Address : Jeju Green Tea - 1258, Sallongnam-ro, Seogwipo-si. Address: Osulloc Tea Museum - 425, Sinhwayeoksa-ro, Andeok-myeon, Seogwipo-si

Gimana? Jadi tambah pengen jalan-jalan dengan keluarga ke Jeju, kan? πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€
Buruan deh urus-urus tiket dan masukin 5 destinasi wisata di atas ke itinerary kalian. 

Have fun!
Kimcheers!



July 15, 2018

Peluncuran Komite Gabungan ROK untuk Mendukung Asian Games 2018



Menjelang Asian Games Jakarta-Palembang 2018, pada hari Rabu (4 Juli), Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Kim Chang-beom, dan Ketua Asosiasi Korea di Indonesia, Yang Young Yun, yang ditunjuk sebagai Ketua Bersama, meluncurkan Komite Gabungan Pemerintah Republik Korea dan Komunitas Korea (Komite Gabungan ROK) untuk Mendukung Asian Games 2018 di Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games untuk kedua kalinya setelah tahun 1962. Asian Games 2018 akan diadakan di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus hingga 2 September 2018 denga 40 cabang olahraga dan 67 disiplin. 

Sekitar 70 orang berkumpull dalam acara ini, yang terdiri dari Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia, Korean Cultural Center Indonesia (KCC), Korea International Cooperation Agency (KOICA), Korea Trade-Investment Promotion Agency (KOTRA), Korea Tourism Organization (KTO), Korean Association in Indonesia, The National Unification Advisory Council-Southern South East Asia Chapter, Korean Sport Association in Indonesia, World Federation of Overseas Korean Traders Association (OKTA), Korean Chamber of Commerce in Indonesia (KOCHAM), Korea Freedom Federation in Indonesia (KFF), The Federation of Artistic and Cultural Organization of Korea, Jakarta Indonesia Korean School (JIKS), Korean Journalist Association in Indonesia (KOJA), Korean Women's International Network in Indonesia (KOWJ) KONI).The Korean Culture Study Association (KOWJ), Korean Women's International Network in Indonesia (KOWIN), Indonesia and Korean Culture Study Association, dan The National Sports Committee of Korea Indonesia (KONI).

Komite Gabungan ROK sebagai pendukung Asian Games 2018 akan berkoordinasi dengan atlet-atlet Korea yang bertanding. Posisinya memberikan dukungan secara antusias bagi para atlet dan juga mengakomodasi masyarakat Korea yang akan menonton pertandingan secara langsung agar tidak mengalami kesulitan dan ketidaknyamanan.

Secara khusus, Pemerintah Korea akan membuka kantor konsulat sementara di Palembang dikarenakan tidak adanya kantor diplomatik Korea di kota tersebut. Hal ini untuk mendukung keberadaan atlet-atlet Korea dalam upaya mencegah dan sebagai respons cepat jika terjadi keadaan darurat dan musibah.

Di samping itu, Komite Gabungan ROK berupaya untuk meningkatkan kebanggaan diaspora Korea di Indonesia melalui penguatan kerja sama untuk menyukseskan Asian Games 2018.

Sementara itu, Korea Selatan dan Korea Utara diprediksi akan bergabung menjadi satu tim dalam beberapa cabang olahraga Asian Games 2018. Posisi Komite Gabungan ROK akan mendukung pertandingan tersebut sebagai sebuah kesempatan dimana terjadi perdamaian dan rekonsiliasi kedua negara.

Kimcheers!

---------------
Source : Press Release Korean Cultural Center Indonesia, 4 Juli 2018

June 30, 2018

Ramadhan and Eid al-Fitr by Indonesian Student in Gunsan, Korea

Rayhan Hanif Usamah, Kunsan National University student from Indonesia

Throughout the year, Ramadhan always feels different than other months in Indonesia as majority of citizen is Muslim. In Indonesia, you can hear some people go around the housing complex before sunrise and yell “suhoor, suhoor”  to wake up people so that people can eat before starting to do fasting. One or two hour before the break fasting before sunset, many sidewalks will be filled by seasonal sellers that only sell some snacks that usually people have to break fast during Ramadhan such as fritters or any other sweets to regain energy before having a proper meal after the fasting ends. Without having this special tradition during Ramadhan this year, Rayhan Hanif Usamah or usually called Rayhan will share his experience in having Ramadhan and Eid al-Fitr in Gunsan, Jeollabuk-do, Korea.

Rayhan is a university student from Indonesia who is currently studying mechanical engineering that focuses on Future Automotive in Kunsan National University. As a muslim who is currently living in Korea, Rayhan surprisingly doesn’t find it is hard to fast in Korea. It is definitely longer than in Indonesia as he does it for approximately 16 hours and 30 minutes each day while in Indonesia it is shorter, approximately 13 hours.  After having suhoor (meal consumed early in the morning before fasting) he still has time to rest while in the afternoon, he finishes his activities from university and arrives at his place around 50 minutes before break fast which he can spend it by cooking meal. The weather also makes his fasting a lot easier as in May in Korea, it isn’t as hot as in Indonesia, so it doesn’t really cause so much thirst. Rayhan also feels easy to find halal food in Gunsan. He can buy it online as there are many Indonesians who cook and sell delicious halal food in affordable prices. For other options, he can directly buy such as Uzbekistani and Turkish halal food around mosque in Gunsan. Even better, they also have halal food ingredients so that he can cook by himself.

Even though Rayhan lives quite far from Seoul Central Mosque, he is happy because there is a mosque too in Gunsan. Of course, he needs to put more effort to reach the mosque compare while he was in Indonesia. In Indonesia you only need to take a short walk to reach mosque, now he needs to ride bus for 30 minutes. Even though it is further in distance compare to what he used to have in Indonesia, he feels excited every time he visits the mosque as he can find many familiar halal foods, meet friends, and of course do break fast and prayers especially tarawih  together (a night prayer during Ramadhan after break fast) just like in Indonesia.



After iftar (break fast) with other muslim friends in Gunsan


Different with Ramadhan experience which is more or less can be handled very well, celebrating Eid al-Fitr in Korea feels different for Rayhan. Just like when Koreans celebrating Seollal, there is tradition to meet family during Eid al-Fitr too in Indonesia. Besides, there are some typical Eid al-Fitr food in Indonesia such as opor ayam (braised chicken cooked with coconut milk) and ketupat (rice packed inside diamond-shape of woven palm leaf). This year, Rayhan celebrates Eid al-Fitr without those foods and without his family and it makes him misses house and family so much. During Eid al-Fitr, he did the Eid prayer at Anas Bin Malik Mosque in Gunsan in the morning and after that he continued with taking classes and working. Even though the celebration is not as big as at Seoul Central Mosque in Itaewon, Rayhan finds this mosque quite feels like at home as the preach was delivered in Indonesian.

There are of course some similarities and differences in experiencing Ramadhan and Eid al-Fitr in different country compare to our home country. Rayhan said, no need to worry to have it in different country especially in Korea. More effort needed in finding halal food and mosque or place to pray is undeniable but everything’s still possible in Korea.

June 27, 2018

Kini Lebih Mudah Mencari Info tentang Korea dengan "Aku dan Korea"

Promosi Aku dan Korea di Korea Festival, Tangerang


Korea Selatan sepertinya memang tidak pernah tidur untuk mengajak orang-orang melihat keindahan negaranya melalui drama, film, variety show, bahkan melalui musik. Jumlah turis asal Indonesia yang berkunjung ke negara ginseng ini pun terus bertambah dari tahun ke tahun. Banyak sekali agen perjalanan yang menyediakan bermacam-macam pilihan tour yang menarik seperti tour lokasi syuting drama, medical tour, tour yang muslim-friendly, dan masih banyak lagi. Walaupun perjalanan dengan agen perjalanan cukup popular di Indonesia, tidak bisa dihindari banyak juga wisatawan yang lebih suka menyusung itinerary mereka sendiri sesuai keinginan.

Baru-baru ini, Korea Selatan melalui Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta mengumumkan peluncuran microsite  baru mereka yang dinamakan "Aku dan Korea" untuk memudahkan pengunjung yang ingin berkunjung ke Korea khususnya Free Independent Traveller (FIT) atau solo traveller  dalam mencari informasi tentang Korea. Isi utama dari microsite  ini adalah rekomendasi destinasi, penawaran menarik, testimonial dari beberapa wisatawan yang pernah ke Korea, informasi berbagai acara seperti festival dan kuis untuk berinteraksi dengan pengunjung microsite  ini. Menariknya lagi, KTO Jakarta juga bekerja sama dengan beberapa maskapai penerbangan yang melayani rute ke Korea sehingga ada banyak penawaran menarik dari berbagai macam maskapai.

Untuk teman-teman yang sudah memiliki visa berkunjung ke Korea, bukti pemesanan hotel dan pemesanan pesawat, dapat memperoleh banyak benefit dari KTO Jakarta seperti buku yang berisi kupon diskon baik hotel, tempat wisata dan restoran yang pastinya akan sangat berguna di Korea. Selain itu, KTO Jakarta juga memberikan Discover Seoul Pass (kartu transportasi) dengan sedikit saldo didalamnya beserta tiket menonton di bioskop untuk 500 orang pertama.

Bagian paling menarik dari microsite  baru ini adalah bagian "Photo Challenge" dimana saat ini telah berlangsung kompetisi foto dengan tema yang berbeda-beda setiap bulannya. Tidak tanggung-tanggung, ada hadiah tiket PP ke Korea dari KTO Jakarta!

Peluncuran Aku dan Korea sudah dilaksanakan pada awal Mei dan setelahnya ada beberapa promosi secara offline misalnya seperti di Korea Festival yang belum lama dilaksanakan di Tangerang. Dengan adanya microsite baru ini diharapkan semakin banyak orang tertarik dengan Korea dan melihat Korea adalah salah satu negara yang mudah untuk dikunjungi. Yang paling penting, semoga microsite baru ini dapat menjawab semua pertanyaan orang-orang yang sedang mencari informasi tentang Korea dan ingin mengunjungi Korea.

Untuk informasih lebih lanjut, dapat mengunjungi website Aku dan Korea.

Kimcheers!

March 29, 2018

Indahnya Musim Semi di Kota Changwon

Yeojwacheon Starlight
(Source : Visit Korea)

Sekitar satu bulan yang lalu, aku sempat menghadiri salah satu travel fair di Jakarta yaitu "Astindo Travel Fair 2018". Selain karena memang hobi banget dateng ke travel fair, ada beberapa alasan yang bikin mau datang ke travel fair kemarin salah satunya karena mendapatkan undangan dari Divisi Pariwisata Kota Changwon. Undangan ini aku terima karena telah ikut berpartisipasi dalam event "Write Your Name in Korea" dimana orang yang berpartisipasi dari seluruh dunia, namanya diukir di Jalan Imajinasi atau yang dikenal sebagai Sang Sang Gil, di Kota Changwon. Selain itu, keikutsertaan Kota Changwon di event ini sekaligus untuk mempromosikan 2018 Visit Changwon.

Kota Changwon sendiri merupakan ibu kota dari salah satu provinsi di Korea Selatan yaitu Gyeongsangnam-do yang terletak di sisi tenggara Korea Selatan. Sebenarnya Kota Changwon sendiri belum pernah ada dalam list tempat yang ingin aku kunjungi kalau ke Korea bahkan setelah aku mengikuti event Write Your Name in Korea. Tetapi sekarang, Kota Changwon menjadi top wishlist aku kalau suatu hari ke Korea nanti terutama saat musim semi.

Di booth Changwon City, aku mendapatkan goodie bag yang kurang lebih berisi Changwon Tour Card dimana pemegang kartu akan mendapatkan beberapa penawaran dan hadiah khusus jika berkunjung ke Kota Changwon. Selain itu, aku juga mendapatkan 1-day Changwon Tour Pass dan banyak brosur lainnya yang berisi informasi terkait turisme di kota ini.

Changwon Tour Card
(Source : Stephanie Pradnyaparamita)
1-day pass Changwon City Tour Bus
(Source : Stephanie Pradnyaparamita)

Dari semua isi goodie bag yang aku terima, undangan yang berisi informasi mengenai Jinhae Cherry Blossom Festival ini yang paling membuat aku tertarik untuk mengunjungi Kota Changwon. Karena letaknya lebih di sisi selatan Korea, Kota Changwon memiliki puncak musim semi lebih dahulu dibanding Seoul. Kalau kalian googling mengenai musim semi di Korea, Kota Changwon/Jinhae pasti keluar sebagai top choice. Di tahun ini, Jinhae Cherry Blossom Festival diselenggarakan mulai tanggal 1-10 April. Sekitar 360.000 pohon sakura pink dan putih akan membuat Jinhae sangat indah di musim semi. Bukan hanya itu saja, masih ada banyak program yang ditawarkan selama event ini berlangsung dan semuanya GRATIS!



Secara garis besar, ada 4 program utama yaitu :

  1. Yeojwacheon Starlight dimana kalian bisa menikmati bukan hanya bunga sakura tetapi juga gemerlap lampu yang membuat kesan romantis
  2. Sokcheonhang multimedia fireworks, salah satu program untuk kalian yang suka dengan kembang api dimana pertunjukan ini diadakan di laut.
  3. Victory Parade, merupakan parade yang dilakukan di jalanan seperti yang dulu pernah dilakukan sebagai perayaan kemenangan Laksamana Yi Sun-sin pada jaman dinasti Joseon.  
  4. Jinhae Military Band and Honor Guard Festival. Festival musik yang diikuti oleh para anggota militer dan penduduk setempat. 


Jika ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang Kota Changwon, silakaan akses Website Kota Changwon atau Website Korea Tourism Organization Indonesia.

Kimcheers!